Breaking News

Filosofi Pedagogik Humanistik Menjadi Salah Satu Unsur Pertama Dalam Diri Seorang Pendidik


Surabaya, - Dari kota Pahlawan Seorang CEO PT.Hindia Syafa Group dan juga sekaligus Guru Pengajar di salah satu Universitas dan Pondok Pesantren membahas Pengertian, Kompetensi, Tujuan, Aspek, Manfaat & Fungsi Pedagogi merupakan sebuah istilah yang kerap kali digunakan di dunia pendidikan. Menurut KBBI, istilah pedagogi memiliki arti ilmu pendidikan atau ilmu pengetahuan, Kamis, 24/09/2026.

Istilah pedagogi sering juga disebut pedagogik atau pedagogi merupakan pengetahuan dan kemampuan untuk mendidik dan menyelenggarakan pembelajaran. Lalu, seperti apa pedagogik sebagai ilmu pengetahuan dan sebagai kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik?

filosofi pedagogik humanistik menjadi salah satu unsur pertama dalam memilih seseorang pendidik atau pengajar, Ujar Sa'diah.,S.Pd.I.,M.Pd.I, salah satu CEO PT.Hindia Syafa Group.

Dan lagi pula kemampuan dasar yang wajib dimiliki setiap guru untuk mengelola proses pembelajaran dan memahami karakter peserta didik, bukan sebuah profesi atau jabatan khusus yang berdiri sendiri.

Di Indonesia, berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pedagogik adalah salah satu dari empat kompetensi utama yang harus dikuasai oleh semua guru, selain kepribadian, sosial, dan profesional, Kata Sa'diah.,S.Pd.I.,M.Pd.I.

Kegiatan pedagogik adalah berbagai bentuk aktivitas dan praktik pengajaran yang dilakukan pendidik untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses belajar agar sesuai dengan karakter serta kebutuhan siswa.

Dalam filosofi pedagogik humanistik bahwa menempatkan manusia / peserta didik sebagai qpusat utama dalam proses pendidikan terutama dalam penataan emosi, potensi dan juga kemandirian secara utuh dalam membentuk karakter adalah hal utama yang sangat penting.

oleh karena itu memilih calon pendidik (guru, dosen, asdos) atau jabatan pendidikan lainnya sangat perlu selektif karena akan berpengaruh pada output pendidikan dan akan berpengaruh pada mental peserta didik.

fenomena yang sangat miris sekali dan belum terselesaikan adalah terkait dengan selektifnya pemilihan calon pendidik dalam sektor pendidikan karena mash ada pendidik yang termasuk kategori orientasi seksual dan identitas gender (LGBT).

kembali pada tujuan atau peran dari pendidik sendiri adalah sebagai fasilitator yang harus menciptakan karakter dan potensi siswa, moral dan budi pekerti, tidak hanya sebagai pentransfer ilmu, atau materi yang disampaikan pada saat itu, kebutuhan psikologis peserta didik sangatlah penting.

Oleh karena itu jika masih ada pendidik yang memiliki kategori orientasi seksual maka sangatlah sulit terbentuk karakter yang baik pada peserta didik, karena itu pemilihan pendidik harus sangat selektif, Tutur Sa'diah.,S.Pd.I., M.Pd.I


Penulis Sa'diah.,S.Pd.I., M.Pd.I
© Copyright 2022 - SIAPBORGOL.COM