Surabaya, — Upaya mewujudkan Jawa Timur bebas narkoba ditekankan sebagai agenda kolektif yang memerlukan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, hingga keluarga.
Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Husnul Aqib, menegaskan penanganan peredaran dan penyalahgunaan narkotika tidak dapat dibebankan pada satu institusi saja. Menurutnya, efektivitas pemberantasan sangat bergantung pada sinergi lintas sektor yang berjalan konsisten hingga ke tingkat paling bawah.
“Penanganan ini tidak bisa berjalan sendiri. Butuh kerja sama yang terstruktur dan berkelanjutan agar dampaknya terasa sampai ke masyarakat luas,” ujarnya.
Melalui berbagai kegiatan edukasi dan forum diskusi publik, DPRD Jawa Timur terus mendorong penguatan sosialisasi bahaya narkoba dengan melibatkan beragam pemangku kepentingan. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap risiko penyalahgunaan narkotika, terutama di kalangan generasi muda.
Husnul Aqib juga menyoroti peran strategis keluarga sebagai benteng pencegahan paling awal. Lingkungan keluarga dianggap memiliki posisi sentral dalam mengawasi dan membimbing anggota keluarganya, sehingga mampu mencegah paparan penyalahgunaan narkoba sejak dini.
Dorongan kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan di Jawa Timur untuk memperkuat sistem pencegahan, penindakan, dan edukasi secara terpadu dalam menjawab tantangan persoalan narkotika yang masih ada di daerah tersebut.
Penulis Suratno

Social Header