Surabaya, - Di persimpangan era transformasi digital, penguasaan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) bukan lagi sekadar keunggulan kompetitif, melainkan prasyarat mutlak bagi kemajuan peradaban. Menjawab tantangan sejarah ini, Generation Girl Surabaya menghadirkan inisiatif pendidikan bernilai tinggi bertajuk Elective Goes to School: Explore Your Future in STEM, dengan tema sentral “AI Exploring Day: Belajar, Bereksperimen, dan Berkembang”. Gelaran akademis ini berlangsung Senin, 18 Mei 2026, di lingkungan SMKN 6 Surabaya, berjalan sepanjang pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.
Program ini dirancang jauh melampaui batas kegiatan pengayaan biasa. Ia merupakan wadah strategis yang disusun secara sistematis untuk meruntuhkan sekat-sekat persepsi bahwa ranah sains dan teknologi adalah wilayah yang sulit atau eksklusif. Secara khusus, agenda ini membuka akses seluas-luasnya bagi peserta didik, khususnya kaum perempuan, untuk menyelami kedalaman ilmu pengetahuan, menemukan panggilan jiwa, serta memetakan lintasan karier yang luas dan menjanjikan di dunia STEM.
Kepala SMKN 6 Surabaya, Asyharuddin, menyambut kolaborasi ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan pendidikan di institusinya. Baginya, sinergi dengan komunitas visioner seperti Generation Girl Surabaya adalah wujud nyata adaptasi sekolah terhadap dinamika zaman, sekaligus penegasan visi lembaga dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya terampil, tetapi juga berwawasan luas dan berdaya saing global.
“Pendidikan kejuruan masa kini menuntut lebih dari sekadar penguasaan keterampilan teknis; ia menuntut pemahaman mendalam terhadap teknologi masa depan, termasuk kecerdasan buatan. Kolaborasi ini menjadi pelengkap krusial bagi kurikulum kami. Bagi para siswi, ini adalah ruang pembuktian: bahwa mereka memiliki kapasitas, hak, dan peran setara untuk menjadi pelaku utama di dunia sains dan teknologi. Kami berkomitmen penuh mendukung gerakan pemberdayaan potensi ini,” tegas Asyharuddin, menandai pentingnya keterlibatan aktif institusi dalam membuka cakrawala baru bagi siswanya.
Sebagai arus utama pemaparan ilmiah, Khairiah El Marwiah, Chapter Leader Generation Girl Surabaya sekaligus Pandu Literasi Digital Komdigi, membawakan materi dengan kedalaman analisis dan penyampaian yang membumi. Ia membedah hakikat Artificial Intelligence bukan sekadar sebagai tren teknologi, melainkan sebagai infrastruktur pengetahuan yang sedang dan akan mengubah wajah dunia. Melalui pendekatan teoritis dan eksperimental, peserta diajak memahami bagaimana teknologi ini lahir, bekerja, dan bagaimana mereka dapat berkontribusi mengembangkannya secara bertanggung jawab.
Kegiatan berlangsung dalam atmosfer akademis yang hidup dan partisipatif. Dinamika diskusi dipandu secara cerdas oleh Nabillah Putri Nurainy, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember, sementara alur acara dijaga dengan apik oleh Sivia Aulia Sahara dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. Kehadiran para talenta muda ini menjadi simbol kuat bahwa regenerasi pemikir dan pelaku teknologi bangsa sedang berjalan, dan ruang ini terbuka lebar bagi semua kalangan.
Lebih dalam lagi, agenda ini merefleksikan misi besar Generation Girl Surabaya: menghapus kesenjangan representasi perempuan di ranah sains. Melalui pengenalan dini dan pembinaan berkelanjutan, gerakan ini menanamkan keyakinan bahwa masa depan teknologi juga digerakkan oleh gagasan, ketekunan, dan kejeniusan perempuan Indonesia.
Pertemuan strategis di SMKN 6 Surabaya ini menjadi bukti sahih bahwa pendidikan unggul lahir dari kolaborasi. Antara sekolah, komunitas, dan akademisi, terjalin satu tujuan mulia: menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh berkarakter, adaptif terhadap perubahan, dan siap membawa nama bangsa di panggung sains dunia. Inilah wajah pendidikan masa depan: inklusif, kolaboratif, dan penuh harapan.
Penulis Suratno

Social Header