Gresik, - Di ruang rapat sekolah yang sepi dari kebisingan luar, puluhan anggota panitia duduk berhadapan dengan tumpukan berkas, peta zonasi, dan skema alur kerja. Rabu pekan lalu, SMAN 1 Driyorejo menggelar rapat koordinasi mendalam guna mematangkan persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Di bawah pimpinan langsung Kepala Sekolah Alif Hanifah, pertemuan ini bukan sekadar pembagian tugas rutin, melainkan penegasan kembali prinsip dasar: pendidikan adalah layanan publik yang harus dijalankan dengan integritas.
Persiapan yang dilakukan sekolah ini terasa teliti dan mendetail. Mulai dari pengecekan kelengkapan dokumen administrasi, penyusunan standar operasional prosedur yang lebih lugas, pemantapan sistem informasi berbasis web, hingga mekanisme verifikasi data calon siswa yang dirancang anti-kesalahan. Semua dibahas satu per satu, ditelusuri celah kemungkinan masalah, dan dicarikan solusi preventif. Bagi SMAN 1 Driyorejo, tahap penerimaan siswa baru adalah momen krusial yang menentukan bagaimana masyarakat menilai kualitas pengelolaan sekolah.
Alif Hanifah menekankan bahwa SPMB tidak boleh sekadar dianggap agenda tahunan belaka. Dalam pandangannya, proses ini adalah wajah depan dunia pendidikan di mata warga. "SPMB harus berjalan transparan, tertib, dan humanis. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang jelas, cepat, dan tanpa diskriminasi. Ingat, kepercayaan publik terhadap sekolah dibangun dari proses yang jujur dan profesional," ujarnya saat memberikan arahan.
Suasana diskusi berlangsung hidup namun tetap terukur. Para panitia tak hanya menerima arahan, tapi juga berbagi catatan evaluasi dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Simulasi alur pelayanan dan uji coba sistem verifikasi data dilakukan berulang kali, guna memastikan bahwa ketika pendaftaran dibuka nanti, setiap mekanisme bekerja efektif dan tepat sasaran. Tidak ada ruang bagi keraguan atau ketidakpastian informasi.
Kesiapan matang yang ditunjukkan SMAN 1 Driyorejo ini menuai apresiasi. Langkah ini dinilai menjadi contoh bagaimana sekolah negeri mempersiapkan diri menghadapi dinamika penerimaan siswa di era modern, yang menuntut akuntabilitas tinggi dan kemudahan akses.
Dengan struktur organisasi yang kokoh dan persiapan yang menjangkau hal-hal terkecil, SMAN 1 Driyorejo kini berdiri siap. Mereka optimis, SPMB 2026 nanti akan berjalan mulus, bukan hanya karena sistemnya yang rapi, tapi karena di baliknya ada komitmen menjaga kepercayaan masyarakat, modal utama bagi setiap institusi pendidikan.
Penulis Suratno

Social Header