Breaking News

Komisi PDUF MUI Audensi, DPD RI Lia Istifhama Dorong Sinergi CSR Maksimalkan Dana Umat


SURABAYA – Upaya memperkuat pengelolaan dana umat terus digagas melalui berbagai inisiatif strategis. Salah satunya terlihat dalam kegiatan audiensi Komisi PDUF MUI Jawa Timur K Miftahul Jauhari S E yang digelar di Kantor DPD RI Perwakilan Jawa Timur, Surabaya, Jumat (17/4).
Audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk membahas pembentukan PDUF sebagai wadah terpadu dalam mengelola berbagai sumber dana filantropi umat, seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, fidyah, hingga kifarah.
PDUF dirancang sebagai solusi integratif agar pengelolaan dana umat tidak berjalan secara parsial, melainkan terkoordinasi secara sistematis, transparan, dan tepat sasaran.

*Peran Strategis PDUF dalam Ekosistem Filantropi*

Keberadaan PDUF diharapkan mampu menjawab tantangan klasik dalam pengelolaan dana umat, yakni fragmentasi lembaga dan belum optimalnya distribusi manfaat.

Dengan sistem yang terintegrasi, dana yang terkumpul dapat: Disalurkan secara lebih merata, Dikelola secara profesional dan akuntabel, Memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

PDUF tidak hanya berfungsi sebagai pengelola dana, tetapi juga sebagai penggerak program sosial berbasis kebutuhan riil masyarakat.

"Lia legislator: Kolaborasi dan CSR Jadi Kunci
Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan peran PDUF. Ia menilai, sinergi antara lembaga filantropi dan program Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi kunci agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

“Kalau kita hanya bergantung pada program DPD saja, tentu ada keterbatasan. Karena itu, kita perlu membuka ruang kolaborasi, termasuk dengan program CSR agar dampaknya lebih luas dan nyata dirasakan umat,” ujar Lia.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa orientasi utama dari PDUF haruslah pada kemaslahatan umat, bukan sekadar pengelolaan administratif.

“Saya lebih menekankan pada program yang benar-benar dirasakan masyarakat. Ke depan, perlu ada sosialisasi yang masif agar keberadaan LPDU bisa dipahami dan dimanfaatkan secara optimal,” tambahnya.

*Arah Pengembangan: Sosialisasi dan Penguatan Program*

1. Edukasi Publik tentang Dana Umat Sosialisasi menjadi langkah awal agar masyarakat memahami pentingnya pengelolaan dana umat secara terintegrasi.
2. Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
LPDU didorong untuk bersinergi dengan:
Pemerintah
Dunia usaha melalui CSR
Komunitas dan organisasi sosial
3. Fokus pada Dampak Nyata.

Program yang dijalankan harus mampu memberikan manfaat langsung, seperti: Pengentasan kemiskinan, Pemberdayaan ekonomi umat, Bantuan sosial berbasis kebutuhan.

Audiensi PDUF di Surabaya menjadi langkah awal menuju sistem pengelolaan dana umat yang lebih terintegrasi dan berdampak luas. Dengan dukungan tokoh seperti Lia Istifhama, diharapkan LPDU mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan umat berbasis filantropi modern.

Kolaborasi, transparansi, dan orientasi pada kemaslahatan menjadi fondasi utama agar dana umat tidak hanya terkumpul, tetapi juga benar-benar memberi perubahan nyata bagi masyarakat.


Penulis Hari
© Copyright 2022 - SIAPBORGOL.COM