Breaking News

“Dari Panti ke Negeri: Food Hope Indonesia Rancang Serangan Sistematis Lawan Stunting, Mulai dari Undaan Surabaya”


Surabaya — Gerakan berbasis komunitas kembali menunjukkan peran strategis dalam menjawab persoalan gizi nasional. Di tengah masih tingginya angka stunting, Food Hope Indonesia tampil dengan pendekatan yang tidak hanya menyentuh aspek bantuan, tetapi juga perubahan pola pikir. Hal ini tercermin dalam kegiatan “Satu Hari Berbagi, Sejuta Harapan” yang digelar di Panti Asuhan Undaan pada Minggu (19/4/2026).
Kegiatan ini menjadi pelaksanaan ketiga yang diinisiasi bersama Food Hope Indonesia, dengan melibatkan 47 peserta yang terdiri dari 40 anak panti dan 7 relawan. Namun di balik angka tersebut, tersimpan upaya sistematis untuk membangun kesadaran gizi sejak usia dini sebagai fondasi utama pencegahan stunting.

Project Leader kegiatan, Ami, menegaskan bahwa arah gerakan kini telah bertransformasi menjadi lebih terstruktur dan berorientasi jangka panjang.

“Kami tidak ingin sekadar hadir dan berbagi. Yang kami bangun adalah pemahaman. Anak-anak harus tahu apa yang mereka makan, kenapa itu penting, dan bagaimana dampaknya bagi masa depan mereka,” ujarnya.

Pendekatan yang digunakan pun tidak konvensional. Anak-anak dilibatkan secara aktif dalam berbagai kegiatan seperti permainan edukatif, diskusi kelompok, hingga praktik memasak sederhana. Metode ini dinilai efektif dalam menanamkan kebiasaan memilih makanan sehat sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat.

Selain itu, konsep adaptif menjadi kekuatan utama dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Program dirancang fleksibel agar sesuai dengan kondisi dan karakter anak di setiap lokasi. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Panti Amanah Insan di kawasan Manukan dan Panti Ulul Albab sebagai bagian dari pengembangan model yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Dukungan dari pihak panti menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Exnatius Rudi Dwi Sulistyono menilai pendekatan edukatif yang dilakukan mampu menjawab persoalan mendasar dalam pemenuhan gizi anak.

“Selama ini anak-anak makan, tapi tidak memahami manfaatnya. Akibatnya mereka cepat bosan. Kegiatan ini membuka wawasan mereka dan memberikan motivasi baru untuk menghargai makanan sehat,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa gizi memiliki hubungan langsung dengan kualitas masa depan anak. Tanpa kondisi fisik yang optimal, potensi anak dalam bidang pendidikan maupun keterampilan akan sulit berkembang.

“Di masa pertumbuhan, gizi itu fondasi. Kalau tidak kuat dari awal, akan berdampak ke depan,” tegasnya.

Keterlibatan mahasiswa sebagai relawan pendamping turut memberikan dampak positif, terutama dalam membangun kepercayaan diri anak-anak. Interaksi yang lebih dekat menciptakan suasana belajar yang hidup dan inspiratif.

“Anak-anak jadi lebih terbuka dan percaya diri. Ini bukan hanya soal kegiatan, tapi juga tentang membangun mental mereka,” tambah Rudi.

Sejak berdiri pada Februari 2026 dan mulai aktif pada Ramadan tahun yang sama, Food Hope Indonesia telah menyiapkan peta jalan jangka panjang dengan fokus pada wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang masih memiliki angka stunting tinggi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi gerakan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Tak hanya itu, komunitas ini juga tengah merancang program food bank sebagai upaya memperkuat akses pangan sehat secara berkelanjutan bagi masyarakat kurang mampu.

Rudi berharap gerakan ini terus berkembang dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke lapisan paling bawah, terutama di tengah meningkatnya konsumsi makanan instan yang minim nilai gizi.

“Edukasi harus terus dilakukan. Bukan hanya untuk anak-anak di panti, tapi juga masyarakat luas agar lebih sadar pentingnya makanan sehat,” ujarnya.

Melalui langkah yang terukur dan berkelanjutan, Food Hope Indonesia berhasil menggeser makna berbagi menjadi sebuah gerakan transformasi sosial. Dari satu titik di Panti Undaan, kini lahir gelombang perubahan yang diarahkan untuk menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, lebih kuat, dan terbebas dari ancaman stunting.


Penulis Dedi
© Copyright 2022 - SIAPBORGOL.COM