Surabaya - Pengurus Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili di Indonesia (PGLII) Kota Surabaya menyelenggarakan peringatan Paskah Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Swiss Berlin Jalan Manyar Kertoarjo Surabaya, Rabu, 29/04/2026, pk.18.00 Wilayah Indonesia Bagian Barat.


Tema Paskah tahun 2026 ini, Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili di Indonesia (PGLII) sebagai Aras Nasional dan juga mengundang Aras Nasional lainnya serta Pemimpin Sinode, Gereja, Lembaga dan Elemen Masyarakat lainnya dengan Bertemakan 

"Pengharapan Injil di Tengah Dunia Yang Bergoncang".

Diambil dari Nats Alkitab 

1 Petrus 1:3 (TB)  "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan".

Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili di Indonesia (PGLII) mengharapkan momentum Paskah Nasional ini sebagai sarana strategis untuk mempererat persatuan Tokoh Agama yakni Pendeta-pendeta bukan hanya yang ada di Wilayah Kota Surabaya bahkan sebagai seruan buat Semua Hamba-hamba Tuhan yang ada di Bumi Pertiwi Indonesia. Untuk mempererat bekerja sama menciptakan Kemakmuran, Kesejahteraan dan Keadilan bagi seluruh umat beragama, baik didalam memperkokoh Iman sekaligus menjadi wadah kesaksian iman yang berdampak bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Keterlibatan Persekutian Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili di Indonesia (PGLII) juga merupakan bentuk komitmen dalam mendukung gerakan kebangkitan Nusa dan Bangsa yang berorientasi pada transformasi bangsa lewat UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) serta Toleransi Beragama di tengah goncangnya dunia sekarang ini, Ujar Pdt.Dr.Wahyu Rita Wulandari, sebagai Pembicara Acara Paskah tersebut.


Paskah tahun 2026 ini juga, menekankan pada kebangkitan Kristus sebagai panggilan untuk transformasi hidup, pemulihan relasi dengan Allah dan sesama, serta tanggung jawab ekologis dalam merawat bumi, menjadi momen perayaan kemenangan kasih yang memperbarui cara berpikir dan bertindak manusia.


Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Acara ini dihadiri berbagai Elemen termasuk Pengurus Gereja- gereja dari berbagai denominasi dan Lembaga-lembaga Kristiani serta Organisasi masyarakat yang ada seperti Pemuda Pancasila Serta Organisasi Kristen lainnya. Di hadiri juga Perwakilan Polrestabes Surabaya, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Komisi A dan menjabat sebagai Ketua Bapemperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah)

Yordan M. Batara-Goa, S.T., M.Si.

Serta hadir pula Wakil Gubernur Jawa Timur Bapak  H. Dr. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Ph.D.


Kebangkitan Kristus tidak sekadar diperingati sebagai peristiwa liturgis, melainkan panggilan untuk mentransformasi kehidupan pribadi dan sosial.


"Kebangkitan Kristus adalah panggilan untuk hidup dalam kasih, pengharapan, dan pelayanan bagi sesama, serta merawat alam ciptaan, terutama di tengah konflik dan ketimpangan sosial saat ini,".


Tema Paskah tahun 2026 ini mengajak kita kembali untuk merayakan dengan penuh syukur dan sukacita prakarsa dan karya Ilahi yang digerakkan cinta kasih untuk menghadirkan jalan baru menerobos kebuntuan dan kekacauan yang diakibatkan ulah manusia, dan Juga  diharapkan memicu semangat pemulihan, baik dalam relasi antara manusia yang lebih adil, maupun tanggung jawab menjaga keutuhan ciptaan Tuhan, pungkas, Pdt. Simon Sopamena.,S.Th Ketua PGLII Kota Surabaya.


Refleksi Firman Tuhan dalam Khotbah Cara Paskah PGLII di tahun 2026 untuk mengingatkan dan menguatkan Iman Percaya kepada Tuhan;

1 Petrus 1-3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati kepada suatu hidup yang penuh pengharapan." Ayat ini menekankan ucapan syukur atas kasih karunia Allah yang memberikan hidup baru dan pengharapan pasti melalui Kebangkitan Yesus.


1 Korintus 15: 14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu." Ayat ini menekankan bahwa kebangkitan Yesus adalah fondasi utama iman Kristen; tanpa kebangkitan, pengabaran injil dan iman percaya orang percaya kepadaNya, sia-sialah.


Pentingnya Pengajaran Kematian, Kebangkitan dan Kenaikkan Tuhan Yesus Kristus ke Surga, Jika Kristus tidak bangkit, pemberitaan para rasul adalah kebohongan, dan iman orang percaya tidak berdasar.


Implikasi Jika kebangkitan tidak pernah terjadi, orang percaya masih hidup dalam dosa dan tidak ada kemenangan atas maut dan kehidupan yang kekal di surga dibalik kematian orang percaya kepada Kristus.


Karena Kristus Bangkit dan Naik Kesurga, iman dan pelayanan orang percaya memiliki makna dan dasar yang kuat tegas, Sekretaris PGLII Kota Surabaya 2026, Pdt.Cipta Hulu, M.Th.. 


Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili di Indonesia (PGLII) menekankan pentingnya menjadikan Paskah sebagai momentum solidaritas sosial bagi sesama,dengan sukacita, memaknai diri sebagai ciptaan baru yang membawa damai.


Pesan ini menyoroti berbagai tantangan global (ekonomi, sosial, moral) yang mengguncang rasa aman manusia, di mana Injil hadir sebagai jangkar yang kokoh.


Dalam pesannya, Wagub Emil menekankan bahwa momentum Paskah tahun 2026 ini harus menjadi simbol kebangkitan bersama, terutama dalam memperkuat harmoni sosial dan mengakselerasi roda ekonomi daerah, keberagaman, dan toleransi umat beragama satu dengan lainnya.

"Selamat merayakan Hari Raya Paskah tahun 2026 bagi saudara-saudara umat Kristiani di seluruh Propinsi Jawa Timur  dan Kota Surabaya.


Semoga semangat Paskah yang membawa pesan kemenangan dan kebangkitan dapat menginspirasi kita semua untuk terus maju dan saling menguatkan dalam keberagaman," tuturnya.


Bapak Yordan M. Batara Goa, dari Fraksi PDI Perjuangan, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Komisi A dan menjabat sebagai Ketua Bapemperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah) DPRD Propinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa momentum Paskah merupakan simbol kemenangan harapan dan kasih yang harus memperkuat kerukunan di tengah masyarakat.


Melalui pernyataan resminya, beliau berharap Paskah 2026 menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih baik, damai, bersatu, dan sejahtera, serta memperkuat toleransi, pembaruan dalam cara berpikir, bersikap, dan bertindak." Sehingga manusia dapat hidup berdasarkan kasih, keadilan, perdamaian, solidaritas, serta penghormatan terhadap martabat sesama .


Dalam pesan tersebut, keluarga disebut sebagai tempat utama untuk menanamkan nilai kemanusiaan yang dibarui, melalui doa bersama, pendidikan iman, kepedulian sosial, serta perhatian terhadap lingkungan hidup.


Sorotan Isu Kemanusiaan dan Lingkungan berbagai luka kemanusiaan yang masih terjadi di dunia, seperti konflik berkepanjangan, kekerasan, kemiskinan, diskriminasi, dan ketidakadilan sosial.


"Pada saat yang sama, kebangkitan Kristus merupakan tanda penyembuhan terhadap luka-luka kemanusiaan sekaligus terhadap jeritan penderitaan seluruh ciptaan," dan tanggung jawab kita manusia untuk merawat bumi sebagai rumah bersama, serta mengecam setiap tindakan perusakan tempat Ibadah oleh individu, korporasi, maupun kebijakan negara yang tidak berpihak pada Ketuhanan Yang Maha Esa dari Pancasila sila pertama dan sila ke lima Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.


Seruan Perdamaian Dunia

Selain isu lingkungan Peribadatan, PGLII juga menyampaikan keprihatinan terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah dan Asia Selatan yang melibatkan sejumlah negara dan berdampak pada warga sipil.


"Dengan visi dan misi kebangkitan Kristus yang memulihkan menjadi ciptaan yang baru, menyerukan penghentian konflik antar negara, mendorong dialog yang adil, serta mengajak umat untuk mendoakan perdamaian dan menunjukkan solidaritas kepada para korban konflik, menuju harapan yang baru kenyamanan dan kedamaian.


Penulis Redaksi